Rabu, 02 Juni 2010
Kuliah Umum Terakhir Sri Mulyani di UI
* Ekonomi
* Pelita
GELAK tawa mewarnai acara farewell lecture atau kuliah umum terakhir Sri Mulyani di Universitas Indonesia (UI). Kuliah ini berubah menjadi ajang reuni, penuh dengan nostalgia.
Acara yang direncanakan untuk mahasiswa Magister Manajemen FEUI, rupanya dipenuhi oleh para ILUNI FEUI dari angkatan jadul (jaman dulu) hingga angkatan baru.Ruang berkapasitas 300 orang mendadak penuh oleh para alumni. Bahkan para mahasiswa, terpaksa harus menyaksikan acara ini melalui layar televisi di lantai dasar.
Tadi ada 2.500 yang daftar, tapi karena merasa ada ikatan batin, dan sulit mendapatkan tempat jadi dibatasi. Banyak yang pengen lihat tapi liat layar di bawah," ujar Dekan FEUI Firmanzah di Gedung BRI, Kampus Magister Management UI di Salemba, Jakarta, Rabu (19/5).Tidak tanggung-tanggung. Ketua Program MM-UI Rhenald Kasali sekaligus host dalam acara tersebut membawa Sri Mulyani dan teman-temannya di ILUNI FEUI bernostalgia, mengingat masa-masa kuliah dulu.
"Mba Ani pernah ngajar di MM UI. Di sini susah cari par-kiran, tapi yang gampang cari kamar jenazah. Ini yang membentuk watak Mba Ani karena kita diplonco lewat kamar jenazah. Jadi kila harus ingat hari esok, mungkin itu yang melatarbelakangi pengunduran dirinya," tutur Rhenald disusul tepuk tangan para hadirin.Beberapa cerita nostalgia yang muncul menghadirkan gelak tawa para hadirin, termasuk Sri Mulyani yang didampingi suami. Namun, semua para wakil ILUNI yang memberikan sambutan dalam acara ini juga mengusung ucapan selamat dan doa kepada Sri Mulyanl.
"Jangan terlalu banyak bertanya dalam hidup Itu. Kebenaran yang kamu anggap kebenaran adalah sebersit yang aku ciptakan." ujar mantan Menko Perekonomian Dorojatun Kuntjoro-jakti dalam akhir testimoninya untuk Sri Mulyani.Dalam acara itu. Sri Mulyani Indrawati memaparkan alasan dirinya mundur sebagai pejabat publik. Ia merasa dipojokkan dalam panggung politik, dimana saat ini sebagai pembantu pemerintah dirinya tidak lagi dikehendaki dalam sebuah sistem politik.
"Mengapa Sri Mulyani mundur dari Menteri Keuangan? Tentu ini sudah ada dalam kalkulasi, dimana saya anggap sumbangan dan kepentingan saya sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam suatu sistem politik," ungkapnya.Ia menyampaikan, hal tersebut dalam kuliah umum yang bertemakan Kebijakan Publik dan Etika Publik di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta.
Sri Mulyanl menganggap saat ini dirinya hanya seorang pembantu di pemerintahan."Maka ketika diminta menjadi pembantu pemerintah, kila tidak bisa mengabaikan bahwa politik Itu hampa atau vakum dan Itu juga merupakan perkawinan antar kelompok untuk memperoleh kekuasaan," jelasnya.Sri Mulyani merasa ketika sudah menjadi bagian dimana tidak dikehendaki dalam sistem politik, maka perkawinan kepentingan antar kelompok tadi sudah sangat dominan dan kental.
"Banyak yang bilang Itu kartel, tetapi saya lebih suka bilang itu kawin meskipun Jenis kelaminnya sama. Hampir semua parpol pemimpinnya laki-laki, kecuali satu," canda Sri Mulyani.Sri Mulyani menegaskan bahwa dirinya bukan dari sebuah partai politik, namun bukan berarti dia tidak mengerti politik. "Saya bukan dari partai politik, bukan politisi namun bukan berarti saya tidak tahu politik. Selama lima tahun saya tahu partai politik hingga mengerti keadaan, dimana ketika menghadapi sebuah realita banyak orang yang ingin berbuat baik tetapi frustasi." paparnya.
Jika lingkungan politik, lanjut Sri Mulyani, sudah lagi tidak memungkinkan adanya etika berpolitik, maka sudah lagi tidak memungkinkan bagi orang seperti Sri Mulyani untuk eksis."Sebab ketika saya dikehendaki untuk menjadi pejabat publik, saya berjanji tidak akan mengkhianati dengan berbuat korup. Saya bilang itu tidak mudah, sangat painfuU. dimana mempunyai kekuatan yang besar," ungkapnya, (oto)
Kamis, 27 Mei 2010
IBD bab 11-Manusia dan Harapan
I. Definisi harapan
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai ,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada TUHAN.
II.HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL
Artinya harapan ialah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun berada.mengutip pandangan A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality , mas abhoe dhari menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan ,keinginan,serta emossi seseorang. kebutuhan indifidu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
a)kebutuhan organik individu
1.kebutuhan individu bernilai positive
2.kebutuhan individu bernilai negative
b) Kebutuhan psikologi individu
1)kebutuhan psikologi indifidu bersifat positif
III.KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya,artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu kebenaran. Kepercayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kebenaran menurut Peodjawiyatna adalah merupakan cita – cita orang yang tahu, dalam hal ini kebenaran merupakan kebenaran logis, sehingga manusia selalu memilih sebelum melakukan tindakan apakah tindakan ini salah atau benar menurut keyakinannya.
Dalam bidang logika kebenaran ialah persesuaian antara tahu dan objek yang diketahui (kebenaran logis). kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif. Jika tidak ada persesuaian antara putusa dan objeknya yang diketahui, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu:
a. orang yang mengutarakan putusan keliru
b. orang yang mengutarakan putusan sengaja mengutarakan tidak sesuai dengan realita yang diketahuinya.
Dasar kepercayaan ialah kebenaran dan sumber kebenaran adalah manusia, oleh karena itu keepercayaan dibedakan atas:
a. kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi manusia. hakikatnya kepercayaan kepada tuhan Yang Maha Esa.
b. Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
c. Kepercayaan pada pemerintah
d. kepercayaan kepada tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus bertakwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak
IV. Manusia dan Harapan
Harapan itu bersifat manusiawi dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal – hal sebagai berikut:
a. harapan apa yang baik
b. bagaimana mencapai harapan itu
c. bagaimana bila harapan itu tidak tercapai.
Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
V. Nilai – Nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan
Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:
a. nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dll
b. nilai kerumahtanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam etiap keluarga.
c. Nilai kemandirian kaum wanita
Yaitu, Nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita.
IBD bab 9-Manusia dan Tanggung Jawab
Pengertian tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Macam-macam tanggung jawab :
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
2. Tanggung jawab terhadap keluarga
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
4. Tanggung jawab kepada bangsa / Negara
5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Pengabdian dan Pengorbanan
a) Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
b) Pengorbanan berasal dari kata koraban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
Rabu, 26 Mei 2010
IBD bab 7-Manusia dan Keadilan
Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartika sebagi titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalh pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiaban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Untuk mewujudkan keadilan social itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1) Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3) Sikap suka member pertolongan kepada orang yang memerlukan.
4) Sikap suka bekerja keras.
5) Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesjahteraan bersama.
Berbagai macam keadilan:
a) Keadilan legal atau keadian moral
b) Keadilan distributive
c) Keadilan komutatif